Friday, February 14, 2014

Tanya...

Tanya...

Banyak yang bertanya mengapa aku memilih untuk bertahan, menjalani hubungan yang menurut sebagian orang tidak biasa. Aku punya alasan kuat tapi sementara ini aku memilih untuk menyimpannya sendiri.

Banyak pula yang bertanya apa aku tidak tersiksa dengan rasa rindu setelah setahun lebih tidak bertemu.

Rindu.. sepertinya kalimat rindu nan gombal apapun tidak ada yang bisa menerjemahkan apa yang aku rasakan saat ini. Aku hanya bisa merasakan, menahannya ketika terasa sakit dan mencoba untuk selalu tersenyum.

Aku bukannya pura-pura bahagia dalam hubungan ini. Walaupun aku harus akui bahwa aku sering menangis dalam gelapnya malam. Wanita mana yang tidak merasa sedih bila harus terpisah sekian lama dari kekasihnya?

Aku hanya mengikuti kemana cinta ini membawaku, kemana penantian ini akan bermuara.

Tidak aku pungkiri saat semua terasa makin berat aku ingin menyerah, meninggalkan apa yang selama ini aku percaya. Manusiawi aku rasa. Tapi semangatku untuk bertahan muncul lagi ketika aku membaca ulang chat historis kami dan aku tidak menemukan satu kata pun yang menandakan dia ingin menyerah. Dia tidak pernah sekalipun ingin meninggalkanku, seberat apapun hidupnya setelah bertemu denganku.

Sudahlah, biarkan waktu yang menjawab seperti apa, kemana dan kapan ini semua berakhir.. 

No comments:

Post a Comment

Feel free to SHARE this post with friends and family on your social media.

Don't forget to leave your thoughts in the comments section, I would love to hear from you :)

Contact Form

Name

Email *

Message *

Copyright leniwijayanti.com. Powered by Blogger.