Monday, May 26, 2014

Resep ala Leni: Bulgogi Deopbap

Aku lupa bagaimana awalnya, menadadak aku pingin nyobain masak bulgogi. Aku coba googling, ada begitu macam resep bulgogi. Aku coba buka satu persatu dan ada begitu banyak versi bulgogi. Aku mulai bingung, entah mana resep yang bener. Lalu aku coba tanya ke Ekany oppa. Awalnya dia nggak mau ngasi tau, alasannya sih ribet. Tapi setelah didesak dan didesak dia ngasi tau juga walaupun penjelasan dia malah bikin aku tambah pusing >.<

Jumat malem aku pergi belanja ke salah satu supermarket di Denpasar. Cari bahan masakan, udah nyerah deh mau, nggak pingin lagi masak bulgogi. Pas aku nyasar di bagian bumbu dapur import aku nemuin bulgogi marinade yang sama seperti yang biasa dipake oppa buat masak bulgogi. Ah senangnya hatiku. Ada 3 pilihan, kalbi marinade for pork (pork's rib), spicy bulgogi marinade dan bulgogi marinade. Kata oppa, marinade yang untuk daging babi itu rasanya lebih kuat untuk menyamarkan rasa amis pada daging babi.



Oppa nyaranin aku ambil yang spicy bulgogi marinade, ada gambar babi-nya jadi kemungkinan ini saos untuk daging babi. Aku kurang tau apa ini cuma saos untuk daging babi tanpa kandungan daging babi atau ada kaldu babinya. Aku sebenernya alergi daging babi dan sapi, jadi aku mau ganti pake daging ayam aja. Aku beli chicken boneless 20.000, lumayan banyak sih dapetnya. Oke, mari kita mulai memasak!

Yang akan aku masak ini adalah Bulgogi Deopbap (불고기 덮밥) Deopbap itu artinya "nasi yang ditutupi", sebenarnya ada berbagai macam versi selain bulgogi. Karena melapisi nasi maka akan lebih enak bila bulgogi dimasak dengan extra saus.

Bahan bulgogi
200 gr chicken boneless, potong memanjang ukuran 7cm x 1 cm
4 siung bawang putih, haluskan
3 cm jahe, haluskan
2 sdm kecap manis
6 sdm spicy bulgogi marinade

Bahan saos
2 sdm spicy bulgogi marinade
4 sdm air

Bahan pelengkap
1 wortel kecil, iris korek api
1 sdm wijen, sangrai
1 mangkok nasi

Cara memasak
Campurkan semua bahan bulgogi dalam wadah, aduk hingga merata, kalau bumbunya masih kurang dan nggak semua daging ayam terlapisi bumbu, bisa ditambahkan kecap atau spicy bulgogi marinade. Namun kalau kurang suka dengan rasa bumbu yang kuat bisa ditambahkan air, tapi jangan sampai kebanyakan ya biar gak terlalu encer.


Setelah tercampur merata, diamkan selama 1 jam, kalau perlu diamkan semalan di kulkas.


Kemudian masak daging ayam menggunakan wajan anti lengket atau kalau punya gunakan pemanggang.




Setelah ayam sudah setengah matang, masukkan campuran bahan saos dan irisan wortel. Tunggu beberapa saat hingga semuanya masak sempurna.


Siapkan nasi dalam mangkok (kalau nggak ada mangkok bisa juga menggunakan piring)


Tuang bulgogi beserta kuahnya lalu taburin wijen dan siap dihidangkan dalam keadaan hangat (photo dibawah ini lupa ditaburi wijen >.<).


Kalau menurutku ini rasanya enak banget, mungkin akan lebih enak kalau aku menggunakan daging merah, tapi aku masih belum siap sama reaksi alergi yang mungkin akan ditimbulkan. Kalau merasa kesulitan menemukan saos bulgogi ini atau kurang yakin sama halal atau tidak halalnya ada juga resep yang bisa dilihat disini >> http://allrecipes.com/recipe/bulgogi-korean-barbecued-beef/

맛있게 드세요~ \^o^/

Monday, May 19, 2014

LDR : Kepercayaan atau Cinta?

LDR : Kepercayaan atau Cinta?


Dalam menjalani hubungan jarak jauh, bahkan sebenarnya dalah hubungan dengan tipe apapun, cinta dan kepercayaan adalah dua hal yang mengokohkan hubungan itu. Tapi pernahkan berpikir, antara cinta dan kepercayaan mana yang lebih dominan dalam mempertahankan suatu hubungan?

Cinta itu jelas penting. Siapa yang mau bertahan dalam satu ikatan (yang hanya) pacaran tanpa ada cinta? Mungkin kalau ikatan itu bernama pernikahan, akan ada pertimbangan lain selain cinta untuk mempertahankan perkawinan, misalnya demi kepentingan anak. Salah satu alasan terkuat seseorang bertahan dalam LDR pasti cinta. Menahan rindu saat berjauhan bukanlah perkara mudah, kalau bukan cinta yang ada dibalik alasan penantian itu, apa lagi?

Kepercayaan juga tidak kalah pentingnya. Bagaimana satu hubungan bisa berjalan dengan sehat bila hanya ada curiga di dalamnya? Aku pernah merasakannya sekali, dan percayalah hubungan yang penuh dengan kecurigaan bukanlah hubungan yang menyenangkan. Lagi kumpul sama temen tapi ditelponin setiap 15 menit sekali. Mau pergi kemanapun juga harus minta ijin. Astaga, bahkan aku ke orang tuaku saja tidak sebegitunya.

Jadi yang manakah yang lebih berperan dalam mempertahankan hubungan cinta? Bisa aku bilang kepercayaan itu lebih penting dari cinta. Alasannya sederhana, suatu hubungan masih akan tetap berjalan dengan sedikit cinta di dalamnya tapi akan menjadi luluh lantah apabila kurang ada kepercayaan di dalamnya.

Mencintai seseorang tidak selalu membuatmu bisa mempercayainya. Ketidakpercayaan pada pasangan hanya akan membuat kita stress. Curiga adalah energi negatif yang cukup menguras tenaga. Saat LDR, jarak itu sudah jadi masalah yang cukup bikin capek, jangan lagi ditambah dengan curiga yang tidak pada tempatnya. Curiga itu boleh asal memang pantas dicurigai, bukan curiga tanpa alasan.

Contact Form

Name

Email *

Message *

Copyright leniwijayanti.com. Powered by Blogger.