Monday, October 13, 2014

Pudar

Pudar

Hari begitu cepat berlalu, tanpa sadar sudah hampir 2 tahun lamanya aku tak bisa memelukmu. Banyak orang memaksaku untuk berhenti menunggu, sudah terlalu lama penantian ini, kata mereka. Mereka mulai menggoyahkanku lagi dengan bisikan racun mereka yang walau coba ku tepis itu semua tapi kadang membuatku terjaga semalaman memikirkan masa depan kita.

Kadang aku lelah, iya ku akui itu. Aku hampir tidak ingat bagaimana rasanya ketika tangan ini membelai wajahmu, bagaimana nyamannya ada dipelukanmu malam itu, bagaimana aroma nafasmu ketika menciumku. Bayangan tentangmu mulai memudar, kenangan tentang kita perlahan menghilang. Aku takut nanti segara memori indah antara kita terlupakan. Aku takut suatu hari aku bagung di pagi hari dan lupa caranya mencintaimu.

Tapi seberapa remangnya kenangan itu, entah kenapa aku masih mencintaimu, aku masih merasakan cinta ini untukmu dan tidak terfikirkan untuk meninggalkanmu serta berpaling pada pria lain. Ketika ada yang bertanya kenapa aku masih menantimu, aku tidak pernah menemukan alasan yang tepat. Aku hanya mengikuti apa yang hatiku bisikkan, aku akan tetap menunggu dan mencintaimu sepanjang logikaku juga menyetujuinya.

Ketika ku renungkan kembali, memikirkan beberapa saat, sepertinya alasanku masih mau menunggumu karna aku tau kamu di sana juga tidak pernah menyerah untuk kita. Pada akhirnya KITA bukanlah takdir yang harus dijalani, aku akan tetap iklas, setidaknya aku dan kamu mencoba berjuang untuk itu, sekuat kemampuan kita. Bukan menyerah.

Dan terakhir aku hanya ingin membisikkan, aku mencintaimu lelakiku.

Contact Form

Name

Email *

Message *

Copyright leniwijayanti.com. Powered by Blogger.