Wednesday, September 23, 2015

Sabar itu Memang ada Batasnya

Sebagai makhluk sosial kita akan selalu bertemu, berinteraksi dengan berbagai macam jenis manusia. Iya manusia itu ada beberapa jenis, ada jenis cuek, jenis kepo, jenis penggosip, jenis tukang kompor dan jenis lainnya. Kalau aku sih kayaknya termasuk tipe yang gak pedulian sama orang lain dan juga omongan orang lain. 
Aku gak pernah ambil pusing ketika orang lain lagi dan lagi nanya kapan aku menikah. Biasanya aku cuma jelasin secara singkat ya karna memang belum tiba waktunya atau aku jawab hanya dengan terkekeh-kekeh tanpa memberikan jawaban yang jelas. Aku lebih memilih membiarkannya berlalu dan menunggu mereka bosan bertanya.

Thursday, August 27, 2015

Aku Beruntung karena Memilikinya

"waaah kamu beruntung banget Len!" kalimat itu atau yang serupa dengan itu terlalu sering aku dengar hampir 4 tahun belakangan ini ketika lawan bicaraku yang semuanya wanita tahu kalau aku pacaran sama orang Korea. Mereka tau entah setelah ngobrol denganku atau dari baca blog ini. Entahlah. Aku tidak tau kenapa mereka menilaiku beruntung punya pasangan orang Korea. Padahal jangankan mengenal pasanganku itu, mengenalku saja mungkin mereka tidak.

Sepertinya mereka hanya melihat dari luaran bahwa aku beruntung karna dia orang Korea. Aku gak tau kenapa aku harus merasa beruntung hanya karna dia orang Korea? Padahal tidak selamanya pacaran sama orang Korea itu seindah romantika dalam drama mereka. Aku dan dia bisa dibilang bukanlah pasangan yang kehidupan percintaannya penuh dengan romantisme manis yang bikin resiko diabetesku meningkat tajam. 

Kehidupan percintaan kami malah penuh liku dan juga bukan hal yang mudah untuk kami jalani. Kami bertarung dengan ego serta cita-cita kami untuk tetap bersama. Sepanjang hidupku ini adalah hubungan tersulit yang pernah aku jalani. Bahkan masalah itu tidak hanya datang dari kami berdua tapi juga dari pihak luar yang entah sudah berapa orang yang menyarankanku (dan mungkin dia)  untuk mengakhiri hubungan kami ini.

Pada akhirnya aku memang setuju pada mereka, aku memang beruntung tapi keberuntunganku itu bukanlah karena dia orang Korea, keberuntunganku adalah aku menemukan orang yang mencintaiku seperti aku mencintainya dan juga aku beruntung karena dia tetap bertahan meskipun kami tengah dalam situasi sulit serta tidak pernah sekalipun dia berkeinginan untuk menyerah. Walaupun seandainya dia bukan orang Korea, aku akan tetap bilang pada kalian semua bahwa aku beruntung memilikinya.

Monday, August 03, 2015

Mantan Terindah


Mantan. Entah kenapa hari ini aku ingin ngebahas mantan. Umm kalau bisa aku definisikan, mantan adalah sekelompok orang (karna mantanku lebih dari 1 hehe) yang pernah aku anggap sebagai yang nomor satu dan satu-satunya. Memang benar saat itu mungkin menjadi yang nomor satu dan satu-satunya namun sayangnya bukan menjadi yang terakhir.

Beberapa diantara sekelompok mantan itu ada yang meninggalkan kebencian, ada yang tidak meninggalkan kesan sedikit pun namun ada juga yang patut aku labeli sebagai mantan terindah. Aku mengenalnya hampir 10 tahun silam, menjalin hubungan dengannya sekitar 3 tahun, kemudian semua itu kandas. Aku memintanya untuk mengakhiri hubungan kami pada saat itu, dia memintaku untuk berfikir ulang namun aku sudah merasa cukup matang dengan keputusanku. Setelah kami putus, ada banyak yang menanyakan alasanku menyudahi hubungan dengan pria sebaik dia.

Tahun 2010, aku lupa bulan apa, mungkin sekitar pertengahan tahun, kami kembali bertemu tanpa sengaja. Setahuku saat itu dia sudah memiliki pacar namun entah kenapa dia kembali mendekatiku, bahkan memintaku untuk melanjutkan rencana kami yang gagal karna aku meminta putus, rencana menikah. Aku coba untuk kembali jalan dengannya. Sebatas jalan dan pergi makan berdua tanpa menegaskan apa label yang tepat untuk hubungan kami itu. 

Hampir sebulan lamanya, awalnya aku ngerasa nyaman, apalagi dia adalah pria yang sangat memanjakan pasangannya dengan makanan enak yang menjadi kelemahanku. Namun itu hanya bertahan seminggu pertama, setelah itu aku mulai ilfil dan kemudian komunikasi kami terputus begitu saja. Buatku mantan itu ibarat novel yang sudah pernah kita baca, bagaimana pun cara kita membacanya selalu berakhir pada akhir yang sama.

Sekarang ini, kadang aku masih mengingatnya, mengingat kenangan kami dulu namun tidak terbesit untuk kembali ke pelukannya kalau ada kesempatan. Aku gak tau lagi kabarnya gimana. Kadang aku masih mengenangnya, tersenyum saat aku melewati atau datang ke tempat yang pernah kami datangi, sebatas itu saja karna kini cintaku sepenuhnya untuk oppa :)

Monday, June 29, 2015

Yogyakarta


 Pulang ke kotamu. Ada setangkup haru dalam rindu. Masih seperti dulu. Tiap sudut menyapaku bersahabat, penuh selaksa makna 

Pagi ini saat berangkat kerja, lagu Yogyakarta dari Kla Project mengalun lembut dari radio yang sedang aku dengar. Sesaat dalam otakku seperti ada proyektor dan layar tancap menanyangkan perjalanan singkatku di Yofyakarta dan membuatku tersenyum. 

Sampai di kantor, aku dapet notifikasi on the day dari facebook. Ternyata tepat hari ini, 13 tahun silam aku pindah ke Yogyakarta untuk bersekolah di SMA Santa Maria

Pada dasarnya hari hari pertama aku tinggal di sana bukanlah hari yang menyenangkan buatku. Sempat masuk asrama sekolah namun kemudian keluar karna alasan tertentu kemudian memilih ngekos di kos putri deket sekolah. 

Aku dibesarkan di sebuah kampung yang tak jauh dari pantai. Di kecamatan yang tidak terlalu besar dengan bangunan tak lebih dari 3 lantai.  Saat tiba di Yogyakarta aku begitu kagum dengan kota besar ini dengan jalan layang serta gedung pencakar langit yang tidak ada di Bali, di Denpasar sekalipun karena memang tidak diperbolehkan oleh pemerintah daerah.

Di Yogyakarta aku bersekolah di SMA Santa Maria (Stama). Stama itu sekolah yang menyenangkan walaupun isinya hanya siswi. Awalnya bersekolah di sekolah yang khusus putri ini merupakan ide aneh, kan jadi nggak bisa tebar pesona sama putra berseragam abu-abu. Namun di Stama juga, kami diajarkan untuk mandiri, mengerjakan pekerjaan yang biasanya kita labeli sebagai pekerjaan siswa putra. 

Selama 3 tahun tinggal di Yogyakarta, sebenarnya tidak banyak hal aku lalui, mungkin karena aku cenderung menarik diri dari lingkungan sekitar sehingga tidak begitu banyak mempunyai teman. Ya aku memang bukan tipe orang yang mudah berteman.

Prestasiku di sekolah juga bukanlah prestasi luar biasa, selalu saja ada angka 5 kebawah yang tersenyum kepadaku setiap mengambil rapor. Untungnya angka-angka itu masih ditulis dengan tinta hitam bukan merah. Duh bakal serem banget keliatannya kalo merah ya hahaha... 

Yah secara garis besar pada saat tinggal di Yogyakarta aku merasa tidak kerasan. Sampai pernah suatu waktu aku sedang dalam taxi dan pengemudi taxi menanyakan asalku. Aku jelaskan bahwa aku dari Bali dan sedang bersekolah di Stama, kemudian mengalir cerita tentang betapa tidak bahagianya aku di Yogyakarta. Bapak pemgemudi Taxi yang sampai sekarang aku gak pernah inget bagaimana wajahnya atau namanya membalas dengan tertawa kecil. Kemudian berkata "Nak, saat ini mungkin gak ngerasa betah di Yogyakarta, tapi nanti saat nak balik ke Bali, nak akan merindukan Yogyakarta dan ingin kembali ke sini.  Percaya sama bapak." Pada saat itu aku memang gak percaya bahwa aku akan merindukan kota ini. 

Kemudian sekolahku selesai dan aku melanjutkan kuliah di Universitas Udayana di Denpasar. Walaupun aku merasa senang bisa kembali ke Bali tapi memang tersisa sedikit kepedihan meninggalkan kota ini. 

Bertahun-tahun berlalu dan ternyata memang benar apa kata pengemudi taxi itu, aku merindukan Yogyakarta. Walaupun tidak banyak kenangan indah di sana namun aku ingin selalu mengunjunginya kembali. Menikmati suasana malam di Malioboro atau udara sejuk di Kaliurang. Menjelajahi Yogyakarta dengen bis kota. Yogyakarta, suatu saat nanti aku akan kembali menelusuri setiap sudut kotamu.

Tuesday, June 23, 2015

Good Bye Comfort Zone



Jadi selama ini aku terlalu betah berada di comfort zone. Selama bertahun-tahun aku tidak bergerak sedikit pun dari comfort zone itu. Hal tersebut menyebabkan aku menjadi tidak peduli atas apapun kata orang terhadap kondisiku. Aku terlahir dengan gen gemuk, tipe badan yang memiliki metabolisme kurang baik sehingga apapun yang aku makan walaupun sedikit akan menumpuk menjadi lemak.

Aku bahkan tidak pernah merasakan kurus. Aku tidak pernah merasa mudah untuk membeli pakaian, saat aku kecil pun pakaian yang aku gunakan adalah pakaian ukuran orang dewasa sehingga membuatku jauh lebih tua dari usia sebenarnya. Aku sering dibully, dikatain gendut, jelek, gajah bengkak atau pura-pura terjadi gempa saat aku berjalan melewati mereka. Buat mereka hal itu lucu, aku cuma bisa senyum miris tapi menangis dalam hati.

Saking seringnya diperlakukan demikian aku menjadi terbiasa dengan segala macam ejekan dan memilih untuk mengabaikan mereka dengan bersembunyi di balik pepatah biarkan anjing mengonggong, Leni tetap berlalu. Aku percaya aku akan menajdi sukses tanpa harus menjadi kurus.

Kemudian waktu menjawabnya dan jawaban itu bukanlah seperti yang aku pikirkan. Aku masik gemuk dan aku tidak sukses. Aku terjebak dalam situasi dimana aku tidak bisa maju juga sulit untuk mundur. Aku berusaha mencari pekerjaan yang lebih baik lagi namun selalu terhalang oleh kriteria tinggi dan berat badan ideal. Bahkan walaupun itu bukan syarat utama, itu menjadi pertimbangan yang cukup besar pada setiap pekerjaan.

Stereotype orang gendut adalah pemalas, bukan pekerja keras dan hanya akan merugikan perusahaan. Padahal aku adalah tipe pekerja yang rela lembur demi menyelesaikan pekerjaan bahkan ketika tanpa uang lembur sekalipun. Tapi aku tidak bisa menunjukkan loyalitasku karena aku tidak diterima bekerja berdasarkan penilaian mereka bahwa orang gendut itu pemalas.

Aku bahkan tidak keluar dari comfort zone saat mengetahui dimana kedua orang tuaku terkena diabet dan sudah hampir bisa dipastikan aku dikemudian hari akan terkena diabetes juga apabila aku tidak mulai menjaga pola makan serta menurunkan berat badanku.

Keluar dari comfort zone itu susah. Susah sekali. Aku pernah mencoba OCD 2013 silam, berhasil namun kemudian aku digoda lagi oleh comfort zone terkutuk itu. Aku mencoba untuk keluar dari comfort zone lagi awal tahun 2015 ini, namun aku malah terjebak dalam pola pikir "ah aku mau diet besok jadi aku akan makan enak sepuasnya hari ini" aku berpikir seperti itu hampir setiap hari dalam 6 bulan. Hasilnya bisa ditebak, beratku bukannya turun malah naik naik naik dan naik lagi. Ah daripada aku sebut comfort zone sepertinya lebih tepat bila aku bilang itu adalah lingkarang setan atau musang berbulu domba.

Aku benci dengan diriku sendiri. Aku benci dengan kenyataan bahwa aku sangat lemah untuk menepati janjiku pada diriku untuk memulai gaya hidup sehat. Hingga pada akhirnya, menjelang ulang tahunku pertengahan Juni lalu, aku bertekat untuk berubah. Aku mulai bergabung di gym club khusus wanita. Bulan pertama aku lalui dan ternyata beratku bukannya turun malah naik, ternyata pola makanku lah yang harus benar-benar dirubah.

Aku mulai merubah pola makanku sejak beberapa hari lalu, aku mengikuti program diet mayo. untuk hasil dan testimoni mengenai diet mayo ini nanti akan aku tulis setelah 13 hari terlewati. Sekarang aku akan mengucapkan selamat tinggal pada lingkaran setan itu, dengan tekat ini semoga aku tidak pernah sekalipun tergoda untuk kembali. Sudah cukup aku menelantarkan tubuhku, kini aku harus mulai untuk menyayangi tubuhku ini. Doakan aku berhasil ya ^^.

Wednesday, May 13, 2015

Korean Slang untuk Chatting atau SMS


Setiap bahasa pasti punya slangnya masing-masing, biasanya digunakan saat berkomunikasi dalam pergaulan, dengan teman sepermaianan atau orang-orang yang sudah akrab. Well, kali ini aku akan ngasi tau beberapa slang yang biasa digunakan orang Korea saat chatting atau SMSan.

ㅇㅋ
  • 오케이 (o-ke-i), okay, oke, ok

ㅇㅇ
  • I Understand, aku mengerti

ㄴㄴ
  • No no

ㅎㅇ
  • Hi, hai

ㅎㅎ
  • Haha, hehe, lol; bisa ditulis sepanjang yang kamu mau ㅎㅎㅎㅎㅎㅎ

ㅋㅋ
  • Keukue, keke, lol; sama seperti ㅎㅎ ini juga bisa ditulis sepanjang yang kamu mau, tapi sekedar saran sih ya jangan kepanjangan juga nanti kesannya lebay (.)

ㅂㅂ
  •  Bye bye

ㄱㄷ
  •  Asal kata기다려 (gi-da-re), artinya wait a sec, tunggu sebentar

ㄱㅅ
  • Asal kata 감사 (gam-sa), artinya thanks, terima kasih

후움
  • Ummm... Hmmm..

ㅗㅗ
  • Giving the middle finger (f*ck you)

ㄱㅊ
  • Asal kata 괜찮아 (gwen-chan-a), it’s alright, tidak masalah, baik-baik saja

ㄱㄱ
  • 고고 (go-go), go go

ㅊㄱ
  • Asal kata 축하 (chuk-ha), congrats, selamat ya

ㅈㅅ
  • Asal kata 죄송해요 (juwi-song-hae-yo), artinya sorry, maaf

  • Asal kata 닥쳐 (dak-cheo), artinya shut up, diam!

ㅉㅉ
  •  Tsk tsk

~~
  • Oh...; harus perlu diingat bahwa saat menulis “oh” biasanya kita menulisnya “ohhhh”  dengan banyak hhhh namun saat menulis dalam hangeul jangan pernah menulisnya menjadi 오ㅗㅗㅗㅗ~ karna akan berbeda artinya (lihat arti ㅗㅗ di atas) jadi berhati-hatilah.
Demikianlah beberapa Korean slang yang aku dapatkan dari ngobrol-ngobrol sore dengan Ekany oppa. Selain slang di atas, silahkan baca Korean emoticon yang juga bisa digunakan saat chatting ㄱㅅ~~

Thursday, May 07, 2015

Yuhu.. I'm Back!

I’m back! Iya setelah hampir tujuh bulan menelantarkan blog ini. Masalah di kehidupan sehari-hariku membuat aku mengabaikan blog ini, tapi terima kasih ya buat yang tetep baca blog ini selama masa mati suri J.


Selama tujuh bulan terakhir, sebenarnya sudah ada beberapa ide buat nulis, namun kemudian ide itu hanya tersimpan di draft dan terabaikan begitu saja. Barusan aku coba buka dan baca beberapa di antaranya namun sayangnya hampir semuanya prematur untuk dipublikasikan. Perlu perbaiakan di sana sini dan aku sudah tidak mood lagi menganggap topik itu.


Sekarang ini tampilan blogku sudah diperbarui, jadi lebih simple. Moga aja dengan suasana baru ini, aku jadi lebih rajin ngeblog. Iya semoga aja.

Wednesday, April 29, 2015

Under Construction Week


Hai, selama seminggu terhitung  29 April 2015, personal blog leniwijayanti.com akan mengalami perbaikan, blog ini tetap bisa diakses namun akan ada beberapa bagian yang tidak sempurna karena proses perbaikan. Terima kasih dan selamat membaca tulisan di blog ini.

Salam,
Tim IT leniwijayanti.com

Contact Form

Name

Email *

Message *

Copyright leniwijayanti.com. Powered by Blogger.