Tuesday, June 23, 2015

Good Bye Comfort Zone



Jadi selama ini aku terlalu betah berada di comfort zone. Selama bertahun-tahun aku tidak bergerak sedikit pun dari comfort zone itu. Hal tersebut menyebabkan aku menjadi tidak peduli atas apapun kata orang terhadap kondisiku. Aku terlahir dengan gen gemuk, tipe badan yang memiliki metabolisme kurang baik sehingga apapun yang aku makan walaupun sedikit akan menumpuk menjadi lemak.

Aku bahkan tidak pernah merasakan kurus. Aku tidak pernah merasa mudah untuk membeli pakaian, saat aku kecil pun pakaian yang aku gunakan adalah pakaian ukuran orang dewasa sehingga membuatku jauh lebih tua dari usia sebenarnya. Aku sering dibully, dikatain gendut, jelek, gajah bengkak atau pura-pura terjadi gempa saat aku berjalan melewati mereka. Buat mereka hal itu lucu, aku cuma bisa senyum miris tapi menangis dalam hati.

Saking seringnya diperlakukan demikian aku menjadi terbiasa dengan segala macam ejekan dan memilih untuk mengabaikan mereka dengan bersembunyi di balik pepatah biarkan anjing mengonggong, Leni tetap berlalu. Aku percaya aku akan menajdi sukses tanpa harus menjadi kurus.

Kemudian waktu menjawabnya dan jawaban itu bukanlah seperti yang aku pikirkan. Aku masik gemuk dan aku tidak sukses. Aku terjebak dalam situasi dimana aku tidak bisa maju juga sulit untuk mundur. Aku berusaha mencari pekerjaan yang lebih baik lagi namun selalu terhalang oleh kriteria tinggi dan berat badan ideal. Bahkan walaupun itu bukan syarat utama, itu menjadi pertimbangan yang cukup besar pada setiap pekerjaan.

Stereotype orang gendut adalah pemalas, bukan pekerja keras dan hanya akan merugikan perusahaan. Padahal aku adalah tipe pekerja yang rela lembur demi menyelesaikan pekerjaan bahkan ketika tanpa uang lembur sekalipun. Tapi aku tidak bisa menunjukkan loyalitasku karena aku tidak diterima bekerja berdasarkan penilaian mereka bahwa orang gendut itu pemalas.

Aku bahkan tidak keluar dari comfort zone saat mengetahui dimana kedua orang tuaku terkena diabet dan sudah hampir bisa dipastikan aku dikemudian hari akan terkena diabetes juga apabila aku tidak mulai menjaga pola makan serta menurunkan berat badanku.

Keluar dari comfort zone itu susah. Susah sekali. Aku pernah mencoba OCD 2013 silam, berhasil namun kemudian aku digoda lagi oleh comfort zone terkutuk itu. Aku mencoba untuk keluar dari comfort zone lagi awal tahun 2015 ini, namun aku malah terjebak dalam pola pikir "ah aku mau diet besok jadi aku akan makan enak sepuasnya hari ini" aku berpikir seperti itu hampir setiap hari dalam 6 bulan. Hasilnya bisa ditebak, beratku bukannya turun malah naik naik naik dan naik lagi. Ah daripada aku sebut comfort zone sepertinya lebih tepat bila aku bilang itu adalah lingkarang setan atau musang berbulu domba.

Aku benci dengan diriku sendiri. Aku benci dengan kenyataan bahwa aku sangat lemah untuk menepati janjiku pada diriku untuk memulai gaya hidup sehat. Hingga pada akhirnya, menjelang ulang tahunku pertengahan Juni lalu, aku bertekat untuk berubah. Aku mulai bergabung di gym club khusus wanita. Bulan pertama aku lalui dan ternyata beratku bukannya turun malah naik, ternyata pola makanku lah yang harus benar-benar dirubah.

Aku mulai merubah pola makanku sejak beberapa hari lalu, aku mengikuti program diet mayo. untuk hasil dan testimoni mengenai diet mayo ini nanti akan aku tulis setelah 13 hari terlewati. Sekarang aku akan mengucapkan selamat tinggal pada lingkaran setan itu, dengan tekat ini semoga aku tidak pernah sekalipun tergoda untuk kembali. Sudah cukup aku menelantarkan tubuhku, kini aku harus mulai untuk menyayangi tubuhku ini. Doakan aku berhasil ya ^^.

4 comments:

  1. Amiiiin, semoga berhasil dan nanti fotoooooo ya :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. itu nanti ya kalau udah turun 30 kilo :D sekarang baru turun 8 kilo masih 22 kilo lagi hihihi

      Delete
  2. Sabar Leny, kita senasib. Pengalaman pribadi skrg aku mencoba tidak minum-minuman mengandung soda, minuman dan makanan mengandung gula, dan gorengan. Juga membatasi waktu makan malam sampai jam 7 malam. Efek yg dirasakan pertama kali yaitu lingkar pinggang akan mengecil dan badan terasa ringan.

    ReplyDelete
    Replies
    1. aku udah jarang banget gak minum minuma soda mas :D kalo bikin kopi atau teh juga gak pernah nambah gula, aku berusaha juga gak minum minuman kemasan apapun. makan malam terakhir sebelum jam 6 itu juga kadang cuma minum susu non fat aja hehehe tapi hari minggu aku beri kelonggaran sama diri aku untuk makan makanan yang aku mau mas.

      Delete

Feel free to SHARE this post with friends and family on your social media.

Don't forget to leave your thoughts in the comments section, I would love to hear from you :)

Contact Form

Name

Email *

Message *

Copyright leniwijayanti.com. Powered by Blogger.