Friday, January 29, 2016

Hujan dan Secangkir Rindu


Hujan. Aku selalu menyukai hujan. Irama yang alam perdengarkan saat hujan turun selalu mampu menghipnotisku untuk memutar ulang kenangan bersamamu. Udara yang tercipta saat hujan pun bisa membuatku betah berlama-lama di balik selimut. Bahkan setelah hujan berhentipun aroma tanah sangat menenangkan. What a lovely day.


Hujan juga selalu mengingatkanku padamu. Entah mengapa kerinduan ini selalu berlipat ganda saat hujan turun membasahi bumi. Aku ingat saat hujan turun, kamu akan selalu teriak kegirangan sampai aku kira kamu nggak pernah lihat hujan. Aku juga ingat saat kita masih temenan dan kamu merayuku padahal saat yang sama aku sedang kebanjiran dan di luar rumah sedang hujan badai.

Hujan akan membuatku merasakan bahwa kamu sangat dekat meskipun kenyataannya kamu jauh. Setidaknya saat aku memejamkan mata, aku merasakan kehadiranmu di sisiku walaupun saat aku membuka mata yang ada di sana hanya kekosongan.

Do you know, honey bear I always walk outside in the rain and kiss it just for you. It never fails me. Hujan akan selalu datang, sama sepertiku yang akan selalu mencintaimu. Jika suatu saat kamu melihat hujan badai di langit, jangan pernah takut. Tuhan sedang membantuku untuk mengirimkan rindu dan kecupanku padamu. Keluarlah dan rasakan hujanan kecupanku, kapanpun kamu membutuhkanku.

2 comments:

  1. Di rayu saat ujan itu romantis, tapi kalo saat banjir itu tragiss hahaha

    ReplyDelete

Feel free to SHARE this post with friends and family on your social media.

Don't forget to leave your thoughts in the comments section, I would love to hear from you :)

Contact Form

Name

Email *

Message *

Copyright leniwijayanti.com. Powered by Blogger.