Thursday, January 19, 2017

In(ternet) Relationship

www.arstechnica.com
Apa yang lebih dianggap aneh oleh orang-orang selain LDR? Yaitu cyber love atau jatuh cinta lalu berpacaran dengan seseorang yang hanya bertemu di internet tanpa pernah bertatap muka langsung. Sama halnya dengan LDR, bagi sebagian orang, mereka yang asik dengan kehidupan cinta dunia cyber ini adalah orang yang hidup di dufan alian dunia fantasi.

Walaupun masih dianggap sebagai hubungan yang nggak wajar tapi ini bukan berarti hal yang mustahil untuk terjadi terutama dijaman seperti sekarang ini, dimana kita bisa menjelajah dunia hanya dari genggaman. Cinta bisa tumbuh di mana saja, kapan saja dan dirasakan oleh siapa saja. Saat ini cangkupan pergaulan kita tidak hanya sebatas radius 10 kilometer tapi tak terbatas sepanjang ada jaringan internet. Dari luasnya pergaulan ini maka bukan tidak mungkin akan muncul perasaan cinta.

Jika LDR adalah hal yang sulit maka cyber love ini jauh lebih sulit karena kita meletakkan kepercayaan kepada seseorang yang kita tidak pernah temui. Yang kita ketahui hanyalah sosok yang dia citrakan di media sosial. Apakah itu benar dia atau hanya kepura-puraan belaka?

Pernah mendengar cerita tentang orang yang tertipu hingga ratusan juta karena cyber love? Kebanyakan kerugiannya adalah kerugian materiil namun kerugiaan berupa patah hati juga tidak bisa diabaikan begitu saja. Para pelaku mencitrakan diri dengan foto ganteng atau cantik dan janji-janji manis yang membuat terlena hingga lupa akan segalanya.

www.i.huffpost.com/

Untuk menghindari penipuan cyber love ini, ada baiknya kita mulai membentengi diri dengan beberapa aturan dasar. Pertama jika ada yang mulai merayu, siapaun dia, dari manapun dia, usahakan untuk melakukan video call. Saat video call pastikan dia memperlihatkan wajah yang sebenarnya, tidak ditutupi dengan alasan apapaun. Kalau dia memberikan alasan berbelit dan menolak untuk video call, hempaskan dia sejauh mungkin, tidak peduli seberapa manis ucapannya.

Setelah dia mau diajak video call, kamu bisa mulai mempercayainya. Namun ada 1 hal yang harus kamu selalu ingat bahwa jangan pernah mengirim foto telanjang atau mau diajak video call sambil telanjang dengannya. Walaupun kamu sudah mengetahui wajah aslinya bukan berarti dia bukan penipu. Jangan sampai foto telanjangmu digunakan untuk memerasmu sehingga kamu mau saja mengirimkan uang. Jika dia benar-benar mencintaimu, dia tidak akan memaksamu untuk melakukannya.

Saran terakhirku, seberapapun tampan atau cantiknya dia, baiknya dia, jangan pernah berikan seluruh cintamu padanya. Selalu siapkan kemungkinan terburuk dimana dia meninggalkanmu begitu saja. Harus ingat bahwa media sosial adalah hal yang sangat dekat dengan rekayasa, penipuan kebohongan serta tipu daya. Cyber love juga adalah hubungan yang sangat mudah berakhir karena emosi yang tidak terjalin dengan baik antar keduanya. Selain itu bahwa harus diingat terkadang kenyataan tidak setampan/secantik profile pic di social media.


Sesegera mungkin jadwalkan untuk bertemu walaupun aku tahu ini tidak mudah dan murah karena perlu mengatur waktu dan biaya apalagi untuk cyber love antar negara. Setelah kalian bertemu, hal pertama yang kalian harus bahas adalah tentang hubungan kalian kedepannya akan seperti apa. Bikin kesepakatan antara kalian berdua, tanyakan pada hati masing-masing apakah setelah pertemuan itu kalian masih memiliki cinta yang sama? Apakah cinta itu menguat  ataukah malah menguap begitu saja?

2 comments:

  1. hmm, bener. Untungnya kebanyakan yg menghubungi gue itu baru sekali dua kali email2an udah bilang mau pinjem duit. Langsung gue block. Biar lo kece kayak apa kl udah minjem2 duit padahal ketemu aja belom pernah mah mending ke laut aja

    ReplyDelete
    Replies
    1. kece di foto doang mah siapa aja juga bisa >:))

      Delete

Feel free to SHARE this post with friends and family on your social media.

Don't forget to leave your thoughts in the comments section, I would love to hear from you :)

Contact Form

Name

Email *

Message *

Copyright leniwijayanti.com. Powered by Blogger.