Thursday, January 19, 2017

Panduan LDR untuk Pemula


Kalau Mario Teguh katanya punya love expert yaitu istrinya, boleh dong ya aku ngaku jadi LDR expert karna jam terbang tinggi di dunia perLDRan. Kalau diakumulasiin aku sudah LDR sekitar 9 tahun. Ini bukan suatu prestasi yang sebenarnya aku ingin banggakan karena kalau boleh milih sih aku maunya jatuh cinta sama tetangga aja tapi apa daya selama 9 tahun dengan 3 orang jaraknya makin lama makin panjang. Dari yang hanya 300an kilometer, kemudian 2.000an kilometer dan sekarang 5.000an kilometer.

Sebagai orang yang pertama kali akan atau sudah menjalani LDR pasti akan banyak mengalami kegundahgulanaan, kegalauan tak berujung hingga imajinasi negatif yang sebenernya nggak penting banget. Oleh karena itu aku di sini mau sedikit nulisin panduan menjalani LDR untuk pemula. Tulisan ini akan diambil dari sudut pandangku sehingga lebih cocok untuk pembaca perempuan namun kalau kamu laki-laki masih boleh kok untuk lanjut membaca, siapa tau ada manfaatnya.

LDR bagi sebagian orang merupakan hubungan yang tidak benar-benar benar. Mereka meragukan bentuk hubungan cinta yang berkomunikasi sebatas layar ponsel atau PC. Padahal hubungan cinta itu kan tentang bagaimana perasaan satu sama lain, bukan seberapa sering berpergangan tangan.

Sebelum kamu memutuskan untuk mulai LDR ada baiknya kamu pastikan dulu bahwa kamu dan dia benar saling mencintai satu sama lain dan hubungan kalian cukup dewasa untuk memulai hubungan jarak jauh. Kenapa aku katakan hubungan kalian harus cukup dewasa, karena saat kamu mulai LDR artinya kemungkinan untuk bersikap kekanak-kanakan akan berkurang atau bahkan tidak bisa sama sekali.

Kita, sebagai perempuan sering kali merasa tidak enak hati untuk mengungkapkan kehendak kita secara terus terang kepada pasangan dan mengirimkan kode yang lebih rumit dari morse. Namun sayangnya tidak banyak laki-laki yang terlahir dengan kemampuan memecahkan kode-kode itu dengan tepat. Ketika kita berada dekat dengan pasangan, perkodean perempuan tidak akan menjadi masalah berarti. Kita bisa mengirimkan segala rupa kode itu dan laki-laki cenderung bisa memecahkan dengan baik karena bisa melihat langsung ekspresi dan merasakan aura kita. Misalnya kamu lagi marah walaupun kamu bilang “nggak apa-apa” tapi dia bisa merasakan aura kegelapan yang siap menerkamnya apabila salah ambil langkah.

Namun ketika kalian sudah dalam hubungan jarak jauh, terpisahkan ratusan kilometer, ribuan kilometer atau jutaan tahun cahaya sebaiknya hindari ini. Saat texting, nggak apa-apa akan selalu berarti nggak apa-apa walaupun kamu mengetik sambil bermuram durja. Dari hal sepele itu kemudian akan berkembang jadi masalah karna kamu ngerasa dia nggak peka, nggak perhatian dan kemudian kalau didiamkan akan berkembang menjadi imajinasi liar yang sudah pasti jauh dari hal baik.

Imajinasi liar inilah yang akan membuat kamu menuduhnya tanpa sebab. Saat dia tidak ada kabar karena ketiduran atau sibuk, kamu akan berfikir dia sedang bersama perempuan lain. Kamu akan berubah menjadi overprotektif pada pasangan dan  itu akan menyebabkan dia merasa kurang nyaman karena merasa geraknya dibatasi. Ketidaknyamanan itu tidak akan membuat dia mendekat namun malah akan menyebabkan dia menjauh dan pada akhirnya benar-benar meninggalkanmu.

Laki-laki lebih baik diberikan kebebasan namun tetap harus diingatkan bahwa kebebasannya terbatas. Jangan pernah suruh mereka memilih antara kamu dan temannya, hobinya atau bahkan pekerjaannya. Kalian berpacaran atau bahkan menikah namun tidak berarti hidup dia menjadi milikmu sepenuhnya. Ada beberapa hak-hak personal yang harus tetap dihormati satu sama lain.

Selain yang sudah aku tulis di atas, kamu juga bisa googling artikel tentang LDR. Ada banyak artikel yang tersedia, termasuk juga di blog ini. Kamu akan menemukan banyak tips dan juga pengalaman orang-orang yang sedang ataupun pernah menjalani LDR dengan cerita yang beragam.  

Aku percaya setiap pasangan punya ceritanya masing-masing, kamu tidak harus memiliki cerita yang sama. Pada awalnya kamu dapat meniru namun seiring berjalannya waktu kamu dan dia harus saling menyesuaikan sehingga menemukan pola yang tepat dalam berpacaran jarak jauh ini.

Satu tahun pertama adalah masa terberat dalam LDR, jangan jadikan “ih dia nggak peka sama kodeku” menjadikannya makin berat. Begitu kalian LDR buang jauh-jauh yang namanya gengsi, jangan pernah ragu untuk mengungkapkan apa yang kamu pikirkan. Jika kamu menemukan masalah, seperti imajinasi berlebihan, kamu harus mengkomunikasikannya, jangan biarkan dia menebak apa yang kamu rasakan.


Sedikit catatan untuk laki-laki yang mungkin nyasar di sini, saat pacarmu memiliki imajinasi negatifnya, kamu harus meluangkan waktu ekstra, jangan tinggalkan dia tenggelam dalam lautan kecurigaan yang akan merusak hubunganmu kelak. Jika kamu benar mencintainya, beri pengertian kepadanya, ceritakan rutinitas sehari-hari, jelaskan juga mengenai hobimu. Apabila dia masih belum mengerti kamu, tunjukkan tulisan ini atau suruh dia menghubungiku.

10 comments:

  1. kak leni...bagi yang LDR tidak menghubungi satu sama lain lebih dari 1 minggu itu wajar ga? karena sebelumnya di bulan pertama LDR aku terlalu mencampuri urusannya dgn minta hubungi setiap hari. trus akhirnya kita putus dan 3 bulan kemudian dia hubungi aku lagi untuk balikan. sekarang jadinya kita LDR an lagi.. dan aku ga berani hubungi dia duluan kalau dia ga menanyakan kabarku dulu... kalau lagi ga sibuk jadi terlalu banyak berimajinasi mikirin dia.. jadi aku buat diriku sibuk biar waktu ga kerasa...

    ReplyDelete
    Replies
    1. 1 minggu nggak ada kabar? itu sih belum seberapa sama yang pernah aku alami dulu, hampir 3 bulan nggak ada kabar berita walaupun sesekali dia berkabar sekedar memberitahukan bahwa dia masih hidup. wajar atau tidak itu tergantung pada alasan dibalik kenapa tidak berkabar. sedang sibukkah? sedang perlu waktu sendiri kah? atau karna alasan lain. saat mulai pacaran terutama LDR kamu harus komunikasikan apapun yang kamu rasakan. kamu cari waktu yang tepat, ceritakan pada dia apa yang kamu mau, tanyakan juga pada dia apa yg dia mau dan cari jalan tengah. misalnya kamu minta dia ngubungin kamu setiap kali dia keluar rumah dan kamu janji akan membiarkan dia (tidak mengganggu) selama misalnya saat dia bekerja atau saat bersama keluarga/teman.

      Delete
  2. udah gak bisa koment..masa ldr nya sudah berlalu.. :')

    ReplyDelete
  3. Wih. Salut gue. LDR sampai 9tahun.
    Kalo gue sih pasti gak tahan. *hhehe*

    Semoga cepat berakhir LDR-nya ya. Dan cepat nikah jg. Amin.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aku juga heran kok kenapa bisa selama 9 tahun ini LDR terus 😢 makasi ya buat doanya dan karna sudah mampir ke sini

      Delete
  4. Halo mbak... Kalau tidak keberatan bisa minta emailnya nggak? Saya udah cari-cari di sini tapi kurang teliti jadinya mungkin belum nemu juga. Hehehe. Sebenarnya saya mau share cerita personal saya tentang LDR. Mau cerita di sini tapi saya ngerasa kurang nyaman. Terimakasih.

    ReplyDelete
    Replies
    1. di atas itu ada di tab Email Me trus klik gambar "email me"nya hehehe....

      Delete
  5. Inspired bgt sih, hebat! Aku jg skrg lg punya hbngn LDR ya walaupun blm bisa disebutb'dating' tp udah 1thn keep in touch. Tapi yagitu bener bgt suka galau sndiri gara2 doi ga peka jadinya suudzon. Semoga apa yg diperjuangkan berbuah manis ya aminnn♡♡♡

    ReplyDelete
    Replies
    1. semoga akhirnya sesuai dengan yang kamu harapkan ya sayang :* in the end love will beats anything

      Delete

Feel free to SHARE this post with friends and family on your social media.

Don't forget to leave your thoughts in the comments section, I would love to hear from you :)

Contact Form

Name

Email *

Message *

Copyright leniwijayanti.com. Powered by Blogger.