Friday, June 09, 2017

Lima Film Plot Twist Terfavorit

Film dengan plot twist adalah film dengan alur cerita (plot) yang berubah secara mendadak sehingga akhir dari film itu tidak tertebak oleh penonton. Film dengan plot twist dari jenis film apapun akan selalu memukau untuk ditonton. Bahkan bisa aku bilang ada kepuasan tersendiri saat aku "ditipu" oleh suatu film. Terkadang begitu film tersebut berakhir ada keinginan untuk menonton ulang hanya sekedar memperhatikan tiap detailnya dan mengetahui letak tipuannya. Kali ini aku akan menuliskan lima film dengan plot twist terfavorit yang pernah aku tonton. Walaupun tulisan ini tidak bebas spoiler namun buat kamu yang membenci spoiler aku sudah menyembunyikannya. Jadi apabila kalian tidak ingin membaca sinopsis dan dimana letak plot twistnya, disarankan untuk tidak mengklik spoilernya dan hanya membaca keterangan film dan pendapat singkatku tentang film tersebut.

Body Sob 19

Tahun Rilis
:
2007
Sutradara
:
Paween Purikipaya
Negara
:
Thailand
Genre
:
Horror, Misteri, Drama
Durasi
:
125 menit
RatingIMDb

:

6.5/10
Film ini adalah film pertama dengan plot twist yang pernah aku tonton dan membuatku jatuh cinta dengan film sejenis ini. Awal film ini mungkin agak membosankan namun masuk pertengahan mulai menarik dan memiliki akhir film yang tak terduga sehingga membuat film ini menjadi cantik. Hanya saja efek CGInya walaupun satu sisi membuat penampilan setannya makin horor juga membuat film ini agak “lebay”.


The Plot:
Chonlasit (Arak Amornsuparsiri) seorang pemuda yang berkali-kali memimpikan seorang wanita yang dibunuh dan dimutilasi. Wanita itu kemudian diketahui bernama Dararai (Patharawarin Timkul). Melalui mimpinya itu Dararai seolah meminta bantuannya. Saudara perempuan Chon yang bernama Ae (Ornjira Lamwilai) mulai menghawatirkan keadaan Chon yang dianggap mengidap gangguan halusinasi. Pada suatu hari Chon tidak sengaja memotong tangannya sendiri hingga harus dilarikan ke rumah sakit universitas. Oleh dokter yang menangani luka Chon, Chon dirujuk untuk menemui psikiater bernama dr Usa (Kritteera Inpornwijit). Dr Usa kemudian menyelidiki berdarsarkan cerita Chon sehingga muncul keterkaitan antara Chon, dirinya, suaminya yaitu dr Sethee dan Dararai yang ternyata adalah seorang dokter ahli hipnotis rekan suaminya. Mimpi Chon terlihat makin nyata dan kian mengganggu Chon. Di sisi lain juga mulai muncul pembunuhan sadis di sekitar Chon. Chon bertekat untuk menggungkap misteri dibalik mimpinya dan juga menghentikan pembunuhan itu. Dalam upaya pengungkapan misteri tersebut Chon dibimbing ke tempat penyimpanan mayat nomor 19 yang berada di kamar mayat rumah sakit universitas.
The Twist:
Saat tempat penyimpanan mayat nomor 19 dibuka Chon mendapati mayatnya sendiri berada di dalamnya. Ternyata Chon bukanlah Chon yang sebenarnya namun merupakan dr Shethee yang mengalami gangguan kepribadian ganda akibat hipnotis yang dilakukan oleh dr Dararai saat menjelang ajalnya karena diracun oleh dr Shethee. Dr Shetee membunuh dr Dararai karena dr Dararai mengancam akan memberitahukan dr Usa mengenai perselingkuhan mereka dan juga tentang kehamilannya. Chon yang sebenarnya sudah meninggal akibat pendaraan hebat karena kecelakaan.


Modus Anomali (Ritual)

Tahun Rilis
:
2012
Sutradara
:
Joko Anwar
Negara
:
Indonesia
Genre
:
Thriller
Durasi
:
87 menit
RatingIMDb
:
5.5/10


Film ini adalah salah satu film Indonesia yang gak bikin aku nyesel sudah menontonnya. Sosok John Evans yang diperankan oleh Rio Dewanto terasa sangat pas dan terlihat sexy (ehem) dengan suasana hutan. Semoga kedepannya banyak film Indonesia yang memiliki kualitas serupa,bahkan lebih baik lagi.



The Plot:
Film ini mengisahkan tentang John Evans (Rio Dewanto) yang terbangun di tengah hutan. Dia tidak mengingat dia sedang ada di mana, kenapa berada di sana bahkan siapa namanya. Dia hanya menemukan ponsel tanpa kontak dan petunjuk apapun. Dia juga menemukan handycam dengan rekaman tentang sebuah keluarga dan dia adalah sang kepala keluarga. John kemudian menyusuri hutan hingga menemukan sebuah pondok. Di dalam pondok dia melihat sebuah rekaman tentang pembunuhan sadis seorang ibu hamil yang merupakan istrinya, John juga menemukan jenasah istrinya di dalam pondok, namun tidak menemukan anak-anaknya. John menyadari bahwa anak-anaknya tengah dalam bahaya. Dia kemudian menyusuri hutan untuk menemukan anak-anaknya. Namun ternyata ada yang mengincar nyawa John dengan berbagai jebakan mematikan.
The Twist:
Ternyata pelaku pembunuhan ibu hamil itu adalah john Evans sendiri. Jadi dia bukanlah suaminya. John Evans melakukan pembunuhan itu sebagai caranya untuk bersenang-senang. Pertama dia menyingkirkan si Ayah dan masuk ke pondok tersebut dan membunuh si Ibu. Kemudian merebut video keluarga mereka kemudian menghapus bagian si ayah dan dia menggantikannya. Lalu dia lari ke hutan, menyuntikkan dirinya dengan suatu obat yang bisa membuatnya hilang ingatan sementara dan mengubur dirinya sendiri secara hidup-hidup. Jebakan-jebakan yang ditemui john Evans saat lupa ingatan dan tenmencari “anak-anaknya” adalah jebakan yang dibuat oleh anak-anak tersebut untuk menyelamatkan diri dari John Evans yang telah membunuh kedua orang tuanya.


Identity
Tahun Rilis
:
2003
Sutradara
:
James Mangold
Negara
:
USA
Genre
:
Thriller, misteri
Durasi
:
90 menit
Rating IMDb
:
7.3/10


Aku nemuin film ini gak sengaja, gak pernah tahu bahwa ada plot twist di dalamnya. Aku bahkan gak baca reviewnya. Aku nonton ini semata karna ratingnya tinggi, walaupun aku tahu rating tinggi gak selalu bikin aku bisa menikmati filmnya. Syukurnya kali ini aku beruntung dan menikmati dari menit pertama hingga detik terakhir film ini. Hal terbaik saat nonton film dengan plot twist adalah saat kita tidak tahu sama sekali film itu ada plot twistnya.


The Plot:
Dalam sebuah rumah sakit jiwa sedang dilakukan sidang khusus untuk menentukan nasib seorang pembunuh sadis yang memiliki gangguan kepribadian ganda bernama Malcolm Rivers (Pruitt Taylor Vince). Kemudian cerita beralih pada suatu keluarga kecil yang terdiri dari ayah bernama George York (John C. McGinley), ibu bernama Alice York (Leila Kenzle) dan anak bernama Timmy (Bret Loehr). Si ibu mengalami kecelakaan dengan limusin dan menyebabkan luka parah. Keluarga ini kemudian ditolong oleh supir limusin itu, Ed (John Cusack), yang tengah membawa artis bernama Caroline (Rebecca De Mornay). Mereka lalu menuju motel terdekat yang dikelola oleh Larry (John Hawkes). Larry menyarankan untuk membawa Alice ke rumah sakit terdekat. Ed pun menuju rumah sakit itu. Namun perjalanan Ed terhadang oleh banjir. Ed kemudian menumpang pada mobil pasangan Lou Isiana (Willian Lee Scott) dan Ginny Isiana (Clea DuVall). Kemudian datang seorang PSK yang ingin pensiun dan mengelola kebun jeruk bernama Paris (Amanda Peet). Tak lama disusul oleh kedatangan seorang polisi bernama Rhodes (Ray Liotta) yang tengah membawa tahanan dan sedang kehabisan bensin. Seolah badai tidak cukup membuat mereka semua di motel itu menjadi gelisah. Tak lama kemudian terjadi pembunuhanberantai yang diawali oleh pembunuhan Caroline yang kepalanya ditemukan di dalam mesin cuci. Saat penemuan mayat itu ditemukan juga kunci kamar nomor 10 yang anehnya itu bukanlah kamar tempat Caroline menginap. Pembunuhan berlanjut yang disusul dengan kematian Lou yang ditemukan dengan kunci kamar nomor 9. Semua orang mencurigai tahanan yang dibawa oleh Rhodes adalah pelakunya. Namun kecurigaan itu terbantahkan setelah si tahanan ditemukan mati karena tongkat bisbol dengan kunci kamar nomor 8. Malam pun kian mencekam dan satu sama lain saling mencurigai, apalagi kemudian ditemukan mayat yang membeku dan itu ternyata adalah pemilik motel yang sebenarnya. Namun Larry tidak membunuhnya, Larry menemukan pemilik motel itu sudah meninggal saat akan menginap di motel tersebut dan kemudian dia mengambil alih motel itu. Tapi tidak ada satupun yang percaya dengan cerita Larry, Larry pun panik dan berniat melarikan diri dengan mobil. Saat akan kabur ke luar motel, Larry menabrak George dan ditemukan kunci kamar nomor 7 di tubuh George. Alice yang terluka parah tidak tertolong lagi dan meninggal dengan kunci nomor 6 ditemukan di dekat tubuhnya. Ginny kemudian memutuskan untuk meninggalkan motel bersama Timmy namun mobil yang dikendarainya meledak dan setelah api padam ditemukan kunci nomor 5. Tersisa hanya Paris, Ed, Rhodes dan Larry. Mereka kemudian menebak-nebak apa yang sebenarnya terjadi pada malam itu. Mereka lalu menemukan kesamaan yaitu mereka sama-sama terlahir pada tanggal 10 Mei dan nama mereka mengandung nama-nama yang mirip dengan nama negara bagian. Selama menonton film ini kita akan dibuat menebak-nebak siapakah pembunuhan itu dan mencari tahu apa hubungannya dengan kunci motel yang ditemukan di dekat mayat. Kita juga akan berusaha mencari tahu apa hubungan pembunuh sadis dengan kepribadian ganda yang sedang berada di RSJ dengan orang-orang yang berada di motel itu.
The Twist:
10 orang yang berada di motel itu adalah 10 kepribadian dari Malcolm Rivers yang sedang berusaha untuk “dibunuh” satu persatu sehingga mengurangi gangguan kepribadian yang dialaminya. Dokter yang merawat Malcolm meyakini bahwa Rhodes lah pembunuh dan tokoh jahat dari 10 identitas dalam diri Malcolm. Dalam pikiran Malcolm (di motel) kemudian diceritakan bahwa Larry dibunuh oleh Rhodes lalu Rhodes dan Ed saling tembak hingga mati dan menyisakan Paris yang menjadi satu-satunya yang selamat. Mengetahui hal tersebut, semua orang yang ikut dalam persidangan khusu itu merasa lega karena Paris merupakan karakter yang baik namun mereka salah. Dalam pikiran Malcolm kemudian terlihat Paris sedang mengurusi perkebunan jeruk dan menjalani hidup dengan bahagia. Namun kemudian Timmy muncul dan membunuh Paris serta memberikan kunci nomor 2. Dimana artinya karakter jahat (pembunuh) dalam diri Malcolm adalah Timmy dan dia menjadi satu-satunya karakter yang masih hidup.


Confession of Murder (내가 살인범이다)


Tahun Rilis
:
2012
Sutradara
:
Byeong Gil Jeong
Negara
:
Korea Selatan
Genre
:
Thriller, misteri, action
Durasi
:
119 menit
RatingIMDb
:
7.1/10


Walaupun masuk kategori thriller namun film ini tetap memiliki sisi yang menyentuh, bahkan ada beberapa adegan yang bikin aku mau nangis. Rasa kehilangan orang yang dicintai dibawakan sangat apik oleh keluarga para korban pembunuhan. Yang sedikit membuat kurang greget adalah Lee yang terlihat agak muda untuk ukuran pelaku pembunuhan 17 tahun sebelumnya dan juga wajah Letnan Choi yang tidak terlalu menua setelah belasan tahun. Oke mungkin mereka rajin pakai skincare.

The Plot:
Dalam kurun waktu 1986-1990 terjadi pembunuhan terhadap 10 orang. Pembunuhan itu tidak pernah ditangkap hingga menyebabkan letnan Choi Hyeong Gu (Jae Yeong Jeong) yang menangani kasus itu menjadi frustasi dan terpuruk. Pada tahun 2015, kasus tersebut pun kadaluarsa. Letnan Choi makin terpuruk dan menjadi makin terpuruk saat Jung Hyung Sik anak salah satu korban pembunuhan yang dia rawat menjadi depresi dan bunuh diri. Dua tahun kemudian saat kasus itu mulai terlupakan, seorang pria bernama Lee Doo Seuk (Shihoo Park) merilis sebuah buku biografi yang berisi tentang pengakuan bahwa dia adalah pembunuhan berantai yang terjadi antara 1986-1990 tersebut. Lee mengatakan bahwa dia ingin menebus rasa bersalah atas pembunuhan itu. Di dalam buku itu dituliskan secara cukup detail mengenai pembunuhan itu bahkan saat konferensi pers dia secara khusus menyampaikan permintaan maaf kepada letnan Choi. Lee juga mengungkapkan bahwa peluru letnan Choi masih bersarang di bahunya, dia menyertakan bukti x-ray dan bekas luka di bahunya untuk menguatkan pernyataan itu. Pada awal kemunculannya banyak masyarakat yang meragukan Lee namun Lee terus berusaha meyakinkan masyarakat dengan menyumbang dan juga meminta maaf kepada keluarga korban yang sudah pasti tidak dimaafkan. Sosok Lee yang tampan seolah membuat beberapa orang memaafkannya dan malah menjadi penggemarnya. Saat Lee menikmati ketenarannya, keluarga korban merencanakan balas dendam dengan melakukan pembunuhan terhadap Lee, namun gagal. Sebuah stasiun TV kemudiaan mengadakan debat antara Letnan Choi dengan Lee. Dalam acara debat tersebut ada penelepon misterius yang mengaku bernama J dan secara tersirat mengklaim bahwa dirinya lah pelaku pembunuhan yang sebenarnya. Polisi lainnya rekan Letnan Choi melakukan pelacakan dan menemukan bahwa J menelepon dari rumah Letnan Choi, itu membuatnya sangat menghawatirkan keselamatan ibunya. Namun sesampainya di rumah dia menemukan bahwa ibunya dalam keadaan baik-baik saja. Letnan Choi kemudian tidak sengaja melihat seseorang berdiri dan mengamati mereka dari gedung sebelah. Letnan Choi pun melakukan pengejaran namun hanya menemukan putung rokok, pisau berdarah yang kemudian diketahui bahwa itu adalah darah Letnan Choi dan rekaman pembunuhan seorang perempuan. Lee melakukan konferensi pers untuk menjelaskan bahwa seseorang telah mencuri pisau itu dari brankasnya saat konferensi pers masih berlangsung Lee mendapatkan panggilan video dari J dan J menantang Lee untuk bertemu dengannya dalam suatu acara di televisi dengan serta mengajak Letnan Choi.
The Twist:
Dalam acara di televisi itu Lee kemudian mengakui bahwa dia bukanlah pembunuh berantai dan juga bukan penulis buku biografi itu. Buku itu sebenarnya ditulis oleh Letnan Choi sendiri sedangkan identitas Lee yang sebenarnya adalah Jung Hyung Sik yang melakukan rekonstruksi wajah akibat wajahnya ancur karena percobaan bunuh diri pada tahun 2005. Letnan Choi merencanakannya karena percaya bahwa sangpembunuh adalah seorang attention seeker dan tidak akan tinggal diam saat seseorang menjadi tenar karena pembunuhan berantai itu. Sehingga ini akan mcara yang tepat untuk memancingnya keluar. Saat itu juga diungkapkan fakta tentang tanggal meninggalnya Kang Soo Yeon (Jia Min) yang merupakan korban kesebelas adalah tanggal 19 Desember 1992 dini hari dan acara televisi itu ditayangkan pada tanggal 18 Desember 2007 jam 11:46 malam yang artinya masih ada beberapa menit lagi sebelum kadaluarsa kasus pembunuhan yang dilakukan oleh J. Setelah aksi kejar-kejaran akhirnya J berhasil ditangkap dan pada satu kesempatan dia dibunuh oleh Letnan Choi dengan menggunakan racun ular. Kemudian Letnan Choi dipenjara dan saat kebebasannya, dia dijemput oleh para keluarga korban pembunuhan J.

Confession (Kokuhaku)

Tahun Rilis
:
2010
Sutradara
:
Tetsuya Nakashima
Negara
:
Jepang
Genre
:
Thriller, drama
Durasi
:
106 menit
RatingIMDb
:
7.8/10


Takako Matsu sangat luar biasa memerankan Yuko, dia bisa menceritakan kemalangannya tanpa terlihat menyedihkan. Film ini menunjukkan bahwa balas dendam tidak selamanya perkara saling bacok hingga berdarah-darah, balas dendam yang tidak menggunakan otot tapi sepenuhnya menggunakan otak dengan memanfaatkan sisi lemah lawan. Film yang cukup bagus walaupun beberapa adegan terasa lambat (atau mungkin sengaja dibikin lambat). Selain itu juga aku gak habis fikir bahwa ada anak sekolah menengah pertama yang kesepian karena ditelantarkan ibunya dan melakukan kejahatan hanya untuk mendapat pengakuan dari ibunya. Tapi apa sih yang gak mungkin terjadi dalam film?

The Plot:
Dalam sebuah kelas di sekolah menengah pertama yang sangat berisik, para murid sendang menikmati sekotak susu saat ibu guru mereka bernana Yuko Moriguchi (Takako Matsu) menyampaikan kepada murid-muridnya bahwa dia akan berhenti mengajar. Saat itu juga Yuko mengungkapkan kepedihan karena kematian anaknya, Manami (Mana Ashida). Manami ditemukan meninggal di kolam di sekolah, pihak kepolisian menyatakan bahwa anaknya tewas karna terpeleset. Namun kenyataannya Manami meninggal karena dibunuh dan pelaku pembunuhannya adalah 2 murid di kelas itu. Yuko menceritakan bahwa Manami adalah anak di luar nikah dengan Dr Sakuramiya (Makiya Yamaguchi). Hal itu terpaksa dia lakukan karena Dr Sakuramiya adalah orang yang dia kagumi dan juga ternyata dia mengidap HIV. Untungnya penyakit itu tidak menular kepada Yuko dan Manami, namun karena itu Dr Sakuramiya harus menjauhi Yuko dan Manami. Yuko tidak menyebutkan secara terang-terangan siapa nama pembunuh Manami. Dia hanya menyebutkan mereka sebagai murid A dan murid B. Dari ciri-ciri yang diberikan oleh Yuko, semua murid bisa menebak siapa anak yang Yuko maksud. Karena pelaku pembunuhan adalah anak di bawah umur, Yuko tidak bisa berbuat banyak karena ada undang-undang perlindungan anak yang akan melindungi mereka. Hal itu menyebabkan Yuko ingin membalaskan dendam kematian Manami dengan caranya sendiri, yaitu memasukkan darah ayah Manami yang terinfeksi virus HIV ke 2 kotak susu milik murid A dan B.
The Twist:
Yuko tidak memasukkan darah Dr Sakuramiya ke dalam 2 kotak susu. Walaupun dia menginginkan hal tersebut namun dilarang oleh Dr Sakuramiya yang akhirnya meninggal karena kanker. Yuko hanya mempermaikan psikologis kedua murid tersebut dengan menggunakan penilaian masyarakat awam tentang HIV AIDS. Murid B akhirnya menjadi depresi dan berhalusinasi hingga membunuh ibunya. Sedangkan Murid A, walaupun telah mendengarkan pengakuan Yuko, dia tetap melakukan pembunuhan lainnya bahkan merencanakan bunuh diri dengan bom tapi pada akhirnya malah bom itu membunuh ibunya.


2 comments:

  1. yang baru ditonton cuma Modus Anomali, keren sih. walau awalnya perlu mikir banget jalan ceritanya.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Yang lain gak kalah keren kok. Coba aja tonton kalo suka film plot twist.

      Delete

Feel free to SHARE this post with friends and family on your social media.

Don't forget to leave your thoughts in the comments section, I would love to hear from you :)

Contact Form

Name

Email *

Message *

Copyright leniwijayanti.com. Powered by Blogger.