Thursday, June 01, 2017

Setangkai Mawar

source
Mimpi ku dan kamu itu ibarat setangkai mawar yang aku jumpai di suatu kebun. Bunga mawar yang mungkin bukanlah yang terindah. Tapi aku tetap terpesona hingga tanpa sadar aku ingin memiliki bunga mawar itu.

Tanganku menggenggam batang penuh duri. Sakit. Namun tak kuhiraukan. Aku anggap itu adalah harga yang pantas aku bayar untuk bisa menggenggam dan menikmati keindahan sang mawar sepanjang hidupku.
Tidak dapat dipungkiri duri-durinya menyakitiku. Perih. Itu sudah pasti. Sakit. Itu tak terelakkan.

Melihatku kesakitan, orang-orang mulai mendatangiku. Silih berganti membujukku untuk melepaskan genggamanku. Bahkan beberapa diantaranya mulai berteriak. Dengan kasar. Aku sampai merasa bahwa mereka akan menamparku agar aku mau melepaskan genggamanku itu.

Tapi dengan angkuhnya aku mengabaikan itu semua. Aku masih menggenggam walaupun duri-duri itu kian dalam menusukku. Menyebabkan luka yang mulai berdarah.

Pada satu titik aku hampir terjatuh dan ingin melepaskan genggamanku karna tak sanggup lagi menanggung pedih. Tapi keindahan bunga mawar itu terus menguatkanku hingga tanpa aku sadari ternyata genggamanku juga menyakitinya.

Perlahan kelopaknya menghitam dan satu persatu terlepas dari tungkainya. Mawar itu sudah tak seindah saat pertama kali aku menemukannya namun tetap aku genggam.

Entah sampai kapan. Mungkin sampai besok. Atau mungkin sampai aku mati kehabisan darah. Atau sampai mawar itu mati di tanganku.

No comments:

Post a Comment

Feel free to SHARE this post with friends and family on your social media.

Don't forget to leave your thoughts in the comments section, I would love to hear from you :)

Contact Form

Name

Email *

Message *

Copyright leniwijayanti.com. Powered by Blogger.