Sunday, June 04, 2017

Nasi Oats Itu Enak Nggak Sih?


Selamat hari Minggu! Selamat hari bermalas-malasan. Yup buat aku hari Minggu adalah hari bermalas-malasan, apalagi saat liat Milo yang seharian juga hanya makan tidur poop dan peep ternyata ngefek ngebikin rasa malas itu kian menjunjung tinggi ke angkasa.


Malas juga berimbas kepada makanan. Kalau hari kerja, jam 10 udah makan besar (sarapan sekalian makan siang) nah kalo hari libur gini jam 2 sore baru inget kalo dari pagi cuma ngopi. Itu pun aku ingat karna perut mulai berdendang.

Buka kulkas nemu ayam, sambel bongkot dan buncis. Ya sudah aku putuskan hari ini masak aja. Ayamnya digoreng tepung trus dicampurin ke sambel bongkot. Kalau buncisnya sih direbus aja juga udah enak. Selesai masak baru inget kalau belum masak nasi dan kemudian juga jadi inget kalau berasnya habis (ㅜㅡㅜ).

Akhirnya aku buka kulkas lagi, kali aja nemu sebutir beras trus dimasak jadi sepiring nasi seperti dalam cerita legenda. Tapi sayangnya gak ada beras di sana, yang ada cuma oats yang biasa aku pakai maskeran. Kemudian aku inget seorang teman pernah bisikin aku cara ngolah oats menjadi nasi saat aku ngeluh ke dia kalau aku bosan mengkonsumsi oats dengan cara dicampur susu atau dismoothies.
Bahan nasi oats:
4 sdm oats;
2 sdm air. 

Cara memasak nasi oats:
1. Sangrai oats menggunakan penggorengann anti lengket di atas api (apinya kecil aja biar gak keburu gosong) hingga mengeluarkan aroma (kalau kamu pilek suruh orang lain untuk ciumin aromanya karena aromanya gak begitu tajam);
2. Setelah mengeluarkan aroma tambahkan air, aduk hingga air terserap dan penampakan oats menjadi seperti nasi (ingat hanya seperti nasi bukan menjadi nasi);
3. Angkat dan sajikan.

Nasi oats ini gak berasa apa-apa. Trus teksturnya agak lembek gitu kayak nasi beras yang dimasak kebanyakan air. Aku makannya pas sudah dingin karna sekalian mau ngetes rasanya bagaimana kalau nasi oats aku jadikan bekal ke kantor. Awalnya sih agak gimana gitu rasanya, apalagi aku gak begitu doyan nasi lembek. Aku menggunakan oats instan, mungkin lain kali aku mau coba yang gak instan sekalian biar tahu ngaruh apa gak ke teksturnya. Kali aja teksturnya yang lembek ini karna aku pake oats instant.

Well, sepertinya ini bisa dipakai untuk mengganti nasi beras kalau mau ngebekel ke kantor. Takarannya bisa disesuaikan, bahkan bisa dimasak untuk 1 porsi makan aja. Sedangkan kalau masak beras kan agak susah kalau cuma ingin masak 1 porsi. Aku hanya perlu penyesuaian dengan tampilan dan teksturnya aja sih.

Aku belum kepikiran untuk menggantikan nasi beras selamanya dengan nasi oats karena harganya yang bisa aku bilang gak murah walaupun ya gak mahal-mahal banget juga. Sekilo oats (merk queker) itu sekitar Rp 50.000,- sedangkan beras merah kualitas menengah sekitar Rp 25.000,- bahkan kalau di pasar bisa dapet harga Rp 20.000,-

Anyway kalau lihat di kamus oats itu diterjemahkan sebagai gandum tapi setelah aku kulik lebih lanjut ternyata gandum dan oats adalah 2 tanaman yang berbeda. Oats itu termasuk biji-bijian sedangkan gandum itu adalah rumput. Untuk lebih jelasnya bisa di-OK GOOGLE-in saja ya.

2 comments:

Feel free to SHARE this post with friends and family on your social media.

Don't forget to leave your thoughts in the comments section, I would love to hear from you :)

Contact Form

Name

Email *

Message *

Copyright leniwijayanti.com. Powered by Blogger.