Tuesday, September 19, 2017

Pengaruh Film Gore terhadap Psikologis Penontonnya


Hai semua, sekarang aku mau ngomongin salah satu genre film favorite aku, yaitu film gore. Film gore adalah jenis film yang menampilkan adegan kekerasan, penuh darah, biasanya berkisah tentang psikopat yang ngejagalin korbannya tanpa perasaan dengan penuh penyiksaan. Contoh film gore diantara Grotesque, Hostel, Saw atau yang dari Indonesia ada film Rumah Dara.

Sebagai penyuka film gore, aku sering mendapat pertanyaan "memangnya nggak bikin psikologis kamu keganggu ya?" Well, sejauh ini sih aku belum (dan semoga nggak) mendapat pengaruh negatif dari film gore. Film itu kan bagian dari hiburan, biar nggak stres stres banget lah menjalani hidup yang penuh kegalauan ini. Mengenai hiburan apa yang bisa ngilangin stres ya itu balik lagi ke selera.

Untuk beberapa orang mungkin film gore malah bikin tambah stres, entah karena membosankan atau merasa jijik. Namun sebagian termasuk aku, mengganggap film gore adalah salah satu film yang bisa bikin stresnya hilang. Kalau ditanya kenapa, aku juga gak tau jawabannya kok. Lagian kan kita nggak perlu alasan lah untuk menyukai sesuatu.

Pertanyaan serupa pernah ditanyakan pada beberapa teman yang juga menyukai film gore di sebuah grup penyuka film. Jawabannya kurang lebih sama dengan jawabanku. Mereka nggak merasa kalau film gore bendampak buruk bagi psikologis mereka. Pas nonton ada perasaan deg-degan saat korban sembunyi, ada perasaan sedih, merinding, jantungan, perasaannya campur aduk semua tapi sudah sampai sana saja. Setelah selesai nonton ya sudah nggak sampai kebayang-bayang lagi.

Karena penasaran aku coba bertanya ke seorang mahasiswa psikolog tingkat akhir. Jawabannya mengejutkan. Film gore itu sangat mungkin mempengaruhi psikologis orang yang menontonnya. Pengaruhnya bisa menjadi trauma, akan menimbulkan kecemasan berlebih, yang awalnya bukan penakut, setelah menonton film gore mendadak berfikiran negatif, merasa ada psikopat dimana-mana dan jadi paranoid.

Pengaruh lain yang juga bisa ditimbulkan adalah si penonton yang awalnya menonton film gore untuk melepaskan stres atau menjadi relax merasa bahwa kesadisan di film itu bisa membantunya juga merasa relax. Tanpa sadar dia jadi merasa apa yang ada di film itu adalah benar dan bukan sedang berlakon. Film gore bisa menjadi stimulus yang mempengaruhi prilaku seseorang.

Dampak negatif lainnya yang bisa ditimbulkan oleh film gore bagi si penonton adalah timbulnya dorongan untuk menyakiti orang lain, suka disakiti oleh orang lain dan/atau suka menyakiti diri sendiri. Kalau perasaan salah satu diantaranya sudah muncul ada baiknya kamu mulai beristirahat dari film gore sementara waktu.

Dampak yang ditimbulkan oleh film gore juga tergantung pada kondisi awal psikologis penontonnya hanya saja sayangnya kadang kita nggak sadar bagaimana kondisi psikologis kita, apakah sehat atau ada gangguan. Selain bagaimana kondisi awal psikologis si penonton, dampak negatif juga bisa terjadi dikarenakan frekuensi menonton film gore. Misalnya nonton film gore berjam-jam nonstop selama seminggu.

Hal itu pernah aku rasakan. Aku pernah nonton film SAW dari awal sampai akhir selama beberapa hari, jadi dalam satu hari itu menonton dua sampai tiga film SAW dan sempat bikin aku ngerasa mual. Iya efeknya di aku cuma mual dan eneg ngeliat darah. Mungkin karna SAW termasuk medium gore bukan yang hard gore layaknya Grotesque.

Mau menonton film gore atau nggak sih aku balikin lagi pada kalian. Cuma sedikit saran, apabila belum pernah nonton film gore sebelumnya maka mulai dulu dari soft gore, naik ke medium, baru lanjut ke hard gore atau mungkin mau sampai ke deepweb juga silahkan. Selain itu frekuensi menonton juga harus diatur, jangan terus-terusan atau diselingi sama jenis film lainnya seperti komedi, drama, misteri atau apapun yang kamu suka selain film gore.

1 comment:

  1. sip mantap untuk penikmat film gore wajib baca n paham

    ReplyDelete

Feel free to SHARE this post with friends and family on your social media.

Don't forget to leave your thoughts in the comments section, I would love to hear from you :)

Contact Form

Name

Email *

Message *

Copyright leniwijayanti.com. Powered by Blogger.