Saturday, September 16, 2017

Sajian Utama Itu Berjudul Grotesque


Kamu adalah pecinta film gore dan slasher? Artinya kamu sudah biasa dong dengan film seperti Saw, Wolf Creek, Human Centipede atau Hostel. Bagaimana dengan film Grotesque karya Koji Shiraishi? Jika kamu belum menontonnya maka kamu harus memasukkan film ini ke dalam daftar film yang harus kamu tonton. Setelah menonton Grotesque kamu akan merasa sudah naik level sebagai pecinta film gore dan slasher karna apa yang disajikan dalam film keempat film yang aku sebutkan sebelumnya tidak ada apa-apanya.

Film asal Jepang dengan durasi 73 menit ini lebih gila lagi karena jika keempat film itu masih memiliki cerita misteri yang bisa dinikmati serta terdapat pengembangan karakter berbeda halnya dengan Grotesque yang hanya menitikberatkan pada penyiksaan-penyiksaan sadis yang terlihat sangat nyata. Walaupun di awal kamu akan merasa film ini sedikit membosankan namun tidak lama kemudian film ini akan memanjakan kalian dengan adegan yang berdarah-darah, potong sana, potong sini serta adegan khas film gore dan slasher dari yang paling sederhana sampai siksaan yang bikin penonton ikutan ngilu. Semua itu disajikan melaui grafik yang vulgar dan didukung oleh efek visual yang cukup baik.

Grotesque memiliki kisah sederhana, sepasang pria wanita dalam perjalanan pulang dari kencan pertama mereka lalu seorang dokter bedah sinting menculik dan membawa mereka ke sebuah ruangan pengap. Kedua korban disiksa, ditelanjangi, dilecehkan secara habis-habisan hingga keduanya pingsan kemudian dibaringkan dan diikat. Setelah membuat korban terluka, dokter sinting ini akan mengobati korban, tujuannya ya apalagi selain agar si korban hidup lebih lama untuk disiksa, dia bahkan mengajarkan si wanita untuk mengatasi serangan panik karena ketakutan.

Siksaan demi siksaan terus berlanjut, jari-jari si pria digergaji dan dikalungkan pada si wanita. Hal yang sama juga dilakukan pada si wanita namun saat memotong jari si wanita, dia membuat si dokter kesal. Si dokter lantas mengambil gunting dan memotong puting payudara si wanita. Bagian ini lah yang bikin aku ngerasa ngilu-ngilu gimana gitu.

Dokter sinting itu lalu menawarkan sebuah permainan pada si pria, dimana dia akan menyiksanya hingga mati, apabila dia bisa bertahan maka dia akan melepaskan si wanita, namun apabila tidak maka target penyiksaan selanjutnya adalah si wanita. Pria itu menyetujui permainan dan aturan yang ditawarkan dokter sinting. Penyiksaan pertama yang dilakukan mungkin akan membuat penonton pria menjadi ngilu karna yang dokter itu lakukan adalah menancapkan paku ke alat kelamin, lalu memotongnya.

Setelah si dokter merasa bahwa pria itu sudah cukup tangguh karna bisa bertahan, dia memutuskan untuk menyudahi siksaan terhadap kedua korban dan merawat mereka berdua sampai sembuh serta berjanji akan melepaskannya kemudian. Percaya? Tentu saja harusnya kamu tidak percaya karna film  gore dan slasher tidak ditakdirkan berakhir bahagia.

Setelah kedua korban cukup kuat, si dokter kembali memindahkan mereka berdua ke ruang penyiksaan. Permainan pun dimulai kembali. Si pria diberikan tantangan terakhir, dimana perutnya akan dirobek lalu dia harus merangkak dengan usus terburai menuju tempat si wanita diikat dan melepaskan ikatannya dengan gunting. Ternyata walaupun si dokter bersikap baik dan menjanjikan kebebasan, kedua korban tetap akan disiksa hingga mati.

Secara keseluruhan aku sangat menikmati tiap detik film ini. Adegan-adegan sadis yang menyiksa fisik maupun mental para korban sukses ikut mempermainkan emosiku. Tak jarang sumpah serapah keluar tanpa sadar dari mulutku. Sampai saat ini film ini menjadi film paling brutal yang pernah aku tonton dan tentu saja aku akan merekomendasikan ini pada siapapun. Jika diibaratkan jamuan makan maka Grotesque adalah sajian utamanya.

Tapi apabila kamu takut melihat darah, tidak kuat menonton adegan sadis atau belum pernah nonton film gore dan slasher sebelumnya, sangat disarankan untuk tidak menonton film ini. Kamu juga bisa menonton trailer film Grotesque di bawah ini sebelum kamu memutuskan akan menonton atau tidak.


No comments:

Post a Comment

Feel free to SHARE this post with friends and family on your social media.

Don't forget to leave your thoughts in the comments section, I would love to hear from you :)

Contact Form

Name

Email *

Message *

Copyright leniwijayanti.com. Powered by Blogger.